Penyesuaian Tarif Kenaikan Harga Listrik untuk Menurunkan Beban Perseroan
Pihak manajemen dari PT Perusahaan Listrik Negara memberikan pernyataan bahwa beban perseroan berkurang kembali oleh karena tarif pembayaran listrik mengalami penyesuaian terutama golongan 1.300 dan 2.200 kilovolt. Adanya penyesuaian dari tarif listrik bagi dua golongan tersebut berkaitan erat dengan kurs dollar serta inflasi.
Sofyan Basir selaku Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara memberikan keterangan bahwa apa yang telah diperbuat mempunyai tujuan agar kerugian perusahaan dapat dicegah. Menurut kabar yang beredar bahwa sebenarnya golongan 1.300 dan 2.200 kV tarif listriknya harus disesuaikan sejak bulan Mei lalu. Sofyan menyatakan bahwa sejak bulan lalu dua golongan tersebut kenaikannya mengalami penahanan dikarenakan inflasi saat itu tinggi sekali. Penyesuaian tarif listrik memang dikembalikan ke jalur normal berdasarkan tarif yang sebenarnya.
Akibat dari pihak PLN yang menunda penyesuaian tarif listrik sampai saat ini maka perseroan akhirnya menanggung kerugian cukup besar mencapai dua ratus miliar rupiah lebih setiap bulannya. Maka dari itu, PLN dengan segera melakukan penyesuaian supaya pihak perseroan dapat berkurang kembali bebannya.
PT PLN (Persero) telah menggelontorkan dana cukup banyak hingga kurang lebih dua koma empat triliun rupiah besarnya guna memasok tambahan subsidi listrik kedua golongan yaitu 1.300 serta 2.200 kiloVolt. hampir selama tujuh bulan lamanya atas sikap pemerintah Indonesia yang melakukan penundaan dari rencana pencabutan subsidi listrik seluruh daerah. Pihak pemerintah membatalkan perencanaan mencabut subsidi hingga bulan April lalu tahun 2015. Dalam kurun waktu sekitar empat bulan lamanya mulai Mei sampai November 2015, pemerintah menutup dana subsidi dengan pengganti dari Anggaran Pendapatan Belanja Perubahan yaitu tiga triliun rupiah.
Adapun penundaan pengurangan subsidi listrik mulai Januari tahun 2015 kemudian dilanjutkan kembali bagi kedua golongan yaitu 1.300 dan juga 2.200 Kv. Pemerintah tidak lagi turut menalangi dana tarif subsidi listrik ini karena sebelumnya pihak internal Perusahaan Listrik Negara sudah melakukan efisiensi mulai bulan Mei sampai bulan November 2015, sebanyak dua koma empat triliun rupiah, sehingga perseroan sempat mengalami kerugian besar.