Perkembangan Kenaikan Harga Emas Desember 2015

Harga emas mulai merangkak naik >2% ke level yang tertinggi hingga kurun waktu tiga minggu lamanya setelah kemunculan dari data payrolls oleh Amerika Serikat. Data ini menunjukkan bahwa Bank utama AS The Fed tidak dapat menaikkan suku bunga mata uang dollar Amerika Serikat.

Reuteurs melansir dari Pihak Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menyatakan bahwa data payrolls mengalami peningkatan sekitar dua ratus sebelas ribu di bulan November. Untuk bulan sebelumnya yaitu Oktober serta September telah diadakan revisi disebabkan ada tambahan dari sekitar tiga puluh lima ribu pekerjaan ternyata lebih besar dari yang sebelumnya.

Di data perdagangan awal menunjukkan harga emas yang sempat mengalami kenaikan dan kemudian ditutup di kenaikan 2,5 % pada level tertinggi tanggal 16 di bulan November pada kisaran 1.087,7 dollar Amerika Serikat per ons. Untuk minggu di bulan di Desember kenaikan harga emas sekitar 2,3 % rata-rata kenaikannya.

Penyebab utama dollar Amerika Serikat mengalami penurunan karena adanya berita serta laporan payrolls mengenai keputusan Negara-negara yang tergabung dalam OPEC mempertahankan angka produksinya. Harga minyak pun pada akhirnya mengalami penurunan terutama jenis Brent yaitu sekitar >2 % jauh di bawah 43 dollar Amerika Serikat tiap barelnya.

Pertemuan Fed nantinya akan diselenggarakan tanggal 15 dan 16 Desember membahas mengenai pasar emas yang menjadi fokus utamanya. Diharapkan dengan adanya pertemuan The Fed bisa membantu para investor menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya di hampir satu dekade. Dengan adanya kenaikan suku bunga pertemuan The Fed, investor dapat meninggalkan emas sebagai sumber investasi ke bentuk yang lebih memberikan harapan penuh akan bunga yang tinggi.

Dari peristiwa di atas, dapat disimpulkan bahwa diketahui semakin terpuruknya atau jatuhnya nilai mata uang Dollar Amerika Serikat maka dengan sendirinya harga logam mulia yaitu emas mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan tak hanya emas, adapun palladium harganya turut meningkat 7,1 % menuju level tertinggi dalam waktu 3 minggu level 572,7 dollar Amerika Serikat per ounce.

0 comments

Write a Comment

Fields with * are required