Akibat Window Dressing, IHSG Anjlok

Aksi Window dressing biasanya terjadi pada akhir tahun atau sekitar bulan Desember, mendekati waktu window dressing itu ternyata membuat Indeks Harga Saham Gabungan atau yang biasa disebut dengan IHSG justru menjadi anjlok 2,5% seiring dengan bursa saham di Asia Pasifik yang juga ikut terpengaruh. Di akhir bulan November ini saja, berdasarkan data yang dirilis oleh Bloomberg, IHSG telah ditutup pada saat telah anjlok sebanyak 2,5%, seperti yang sudah dikatakan bahwa hal tersebut juga berkaitan dengan adanya pengoreksian terhadap sejumlah bursa saham di Asia Pasifik. Hampir sebagian besar bursa saham di Asia Pasifik terkoreksi dan mengakibatkan pengaruh pada IHSG.

Karena hal ini terjadi maka hampir di seluruh sektor yang ada kaitannya dengan PT. Bursa Efek Indonesia, semuanya mengalami adanya penurunan, semua sektor menjadi lemah karena penurunan IHSG yang terjadi. Sektor yang paling banyak mengalami dampak buruk dari hal ini adalah sektor finansial, yang diikuti oleh sektor berbagai macam industri dan kemudian juga industri kimia. Adanya penurunan pada IHSG ini adalah akibat dari melemahnya sejumlah saham, sebanyak 176 saham dari total 521 saham melorot tak terkontrol, namun baiknya hal tersebut juga kemudian diimbangi dengan adanya kenaikan saham dari sebanyak 84 jumlah saham dan sisanya terlihat stabil serta tidak terpengaruh.

Dengan adanya penurunan IHSG ini tentunya memberikan dampak secara tidak langsung pada nilai kurs mata uang rupiah di hadapan perdagangan Asia. Namun Indonesia tidak sendiri, sebab beberapa negara lain juga mengalami hal yang sama namun dengan pelemahan mata uang yang jumlahnya berbeda. Gerak nilai kurs mata uang rupiah dari hari ke harinya terus mengalami penurunan dan juga kenaikan silih berganti, sehingga dari waktu ke waktu perkembangan nilai kurs mata uang rupiah ini menarik sekali untuk diperhatikan. Mengingat juga bahwa beberapa saat ini Indonesia sedang gencar dalam menguatkan ekonominya dengan cara menawarkan berbagai kemungkinan investasi terutama pada negara-negara di Asia, meski belum nampak perkembangan yang besar, namun sedikit demi sedikit Indonesia mulai nampak naik perekonomiannya.

0 comments

Write a Comment

Fields with * are required